TRAVELLING ANAK KULIAH
MENDAKI
KAWAH IJEN BANYUWANGI
Bobby Hendra S lahir di Tegal, 28 Januari 1997, ia merupakan anak
dari tiga bersaudara. Ia merupakan seorang mahasiswa fakultas jurnalistik dan
broadcasting dari Universitas Sahid. Salah satu hobinya yaitu memotret, selain itu
ia juga menyukai jalan-jalan (travelling), pantas jika ia mendapat
predikat backpacker. Kali ini ia akan menceritakan perjalanannya ke Kawah Ijen,
yang telah dilaluinya pada tanggal 22 Agustus 2017.
Gunung Ijen atau yang lebih dikenal dengan Kawah Ijen adalah salah
satu gunung yang masih aktif sampai sekarang, memiliki ketinggian 2.443 m
diatas permukaan laut. Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di
dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hydrogen klorida
dengan luas sekitar 5.466 hektar. Kawah Ijen terletak di Banyuwangi, kawah ini
merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun
mancanegara karena keindahan danau belerang berwarna hijau toska dengan
sentuhan dramatis dan terkenal dengan bluefire yang keren luar biasa. Keindahan
kawah inilah yang membuat Bobby merasa tertarik untuk mengunjunginya.
Menurutnya, untuk mendaki Kawah Ijen bisa diakses melalui dua arah
yaitu dari arah utara dan arah selatan. Bobby dan timnya mengawali pendakian
pada pukul 21.00 melalui arah utara, ditengah-tengah perjalanan banyak
rintangan berat yang harus dilalui dan sampai di pintu masuk pada pukul 23.00, kemudian
ia dan timnya menunggu loket dibuka sampai pukul 01.30 dini hari,. Setelah
sampai dipuncak rasa capeknya terbayar dengan keindahan alam yang luar biasa
serta bluefire yang menyala diantara batuan-batuan Kawah Ijen tersebut. Tidak
hanya itu, ia pun menyaksikan matahari terbit (sunrise) dan seperti
melihat negeri diatas awan keesokan harinya. Kemudian ia tak lupa untuk
mengabadikan momen-momen keindahan alam tersebut.
Setelah menikmati keindahan ciptaan Tuhan, ia kemudian bersantai
dan beristirahat sejenak. Pada pukul 07.00 ia dan timnya turun, saat itu angin
sedang tidak bersahabat sehingga ia menggigil kedinginan serta terdapat
batuan-batuan terjal yang sulit dilalui. Kemudian ia dan timnya sampai dibawah
pada pukul 09.00, dengan rasa syukur dan bangga karena berhasil menaklukan
rintangan berat yang harus dilalui untuk mencapai puncak Kawah Ijen ini.
Menurutnya, segala sesuatu yang dilakukan dengan gigih dan sabar akan memetik
makna keindahan tersendiri, walaupun banyak rintangan yang menghadang pasti ada
jalan keluarnya.


Wah keren nih
BalasHapus